Your Location
Info Kita
Hal Sepele yang Bisa Menghancurkan Perusahaan
Hal Sepele yang Bisa Menghancurkan Perusahaan

Setiap pengusaha dalam berbisnis pastinya memiliki dua tujuan utama, yakni ingin menghasilkan keuntungan yang besar dan ingin agar usahanya dapat konsisten bertahan dan bersaing selama mungkin. 

Untuk mencapai tujuan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kemampuan dan kemauan kuat yang bisa menghadapi dan melewati segala rintangan serta tantangan yang menghadang. Jika tidak, maka akan mengalami kehancuran.

Pengusaha tidak boleh menganggap remeh masalah yang kelihatannya mudah diatasi, karena bisa saja sewaktu-waktu menjadi besar dan akan merugikan perusahaan.

Untuk menghindari hal tersebut, Berikut adalah beberapa hal sepele yang bisa membuat hancurnya perusahaan :

Utang
Bagi beberapa pengusaha dan juga praktisi, utang dapat menjadi satu hal yang positif dan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Praktik ini biasanya digunakan untuk mendukung suatu agar dapat berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar, entah itu dari skala produksi, penambahan pegawai, dan lainnya. Tetapi, utang juga dapat menjadi bumerang yang sewaktu-waktu siap menyerang balik usaha anda, jika tidak dianalisa dengan baik.

Jangan remehkan jumlah utang yang mungkin menurut anda masih tergolong utang dengan nominal yang rendah. Ketika anda menyepelekan hal tersebut dan nantinya malah terus menumpuk, utang tersebut akan menjadi seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Hal tersebut akan semakin parah ketika usaha anda nantinya berada dalam masa krisis. Lambat laun, usaha anda akan gulung tikar jika terpaksa tidak bisa melunasi utang. Oleh karenanya, agar tidak terjadi anda harus cermat dan jeli dalam berutang. Usahakan untuk membayar beban tersebut tepat waktu cukup baik dan sesuai target. Jangan terbiasa untuk menunda pembayarannya, walaupun untuk beberapa kondisi bisa menguntungkan perusahaan. Untuk hasil yang lebih baik dalam waktu jangka panjang, sebaiknya anda  melakukan perputaran utang dengan lebih cepat.

Omzet
Paradigma kebanyakan orang adalah ketika mendengar frasa “omzet tinggi”, maka mereka langsung merasa bahwa suatu bisnis tersebut telah sukses. Pemikiran ini sangat salah, karena seharusnya yang menjadi tujuan pendapatan dari usaha adalah profit, bukanlah omzet. Akan percuma nantinya ketika omzet dari penjualan anda tinggi, tetapi profit anda kecil.

Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat berujung kepada kebangkrutan. Ketika fokus usaha anda hanya pada omzet tanpa melihat faktor lain, maka bisnis anda akan kaget ketika omzet tersebut tidak tercapai dan malah kerugian yang didapatkan. Akan berbeda ketika anda fokus pada profit. Nantinya, akan terlihat jelas apa yang harus dilakukan oleh organisasi bisnis tersebut dapat terus bertahan, seperti optimalisasi BEP produk, menghitung kembali payback period, dan sebagainya. Maka dari itu, jangan berorientasi pada penjualan yang tinggi, tapi pada pendapatan bersih yang akan anda terima nantinya.

Partner
Suatu bisnis memang akan menjadi lebih cepat berkembang ketika ada kerjasama dengan berbagai pihak. Namun, hal ini harus diperhatikan dengan baik oleh pengusaha. Anda perlu memperhatikan dengan seksama ketika memilih rekan kerja jika usaha anda tersebut merupakan joint venture atau usaha patungan. Jangan sampai, hal krusial seperti ini menyebabkan kemungkinan terjadinya miskomunikasi dan perselisihan saat pembagian keuntungan di akhir periode. Penyatuan visi dan misi bersama itu penting sebelum memulai usaha tersebut bersama-sama, agar tidak ada konflik besar yang menyelubungi anda dan rekan. Banyak sekali usaha yang akhirnya harus tutup atau malah pecah kongsi disebabkan hal ini.

Peluang
Peluang sering diartikan sebagai kesempatan yang harus diambil oleh setiap pengusaha. Hal ini bisa benar, bisa juga salah. Sebuah peluang, sebesar apapun bentuknya, tetap harus dianalisa dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Banyak pemilik usaha yang akhirnya tergiur dengan peluang yang ada di depan mata tanpa berpikir mengenai kemampuan produksi dari usahanya. Mengambil peluang tersebut tanpa pemikiran yang matang, dapat berujung pada kerugian. Oleh karenanya, anda selaku pemilik, harus cerdas dalam melihat dan mengambil peluang. Jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.

Untuk menangani berbagai hal yang telah disebutkan di atas, hal yang perlu dipelajari oleh pengusaha yaitu manajemen konflik yang baik. Jika hal ini sudah dikuasai, maka permasalahan sebesar apapun tidak akan membuat perusahaan mudah goyah.

(dari berbagai sumber)