Your Location
  • Home
  • Berita BMI
Berita Baitul Maal ItQan
Yogyakarta dan Pacitan dikepung Banjir
Yogyakarta dan Pacitan dikepung Banjir

BANDUNG-Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami bencana banjir dan longsor, akibat hujan deras dan angina kencang.

Di Kota Yogyakarta, angin kencang terpantau di sembilan titik, tanah longsor sembilan titik dan banjir satu titik.

Kejadian tersebut berdampak bagi 151 warga Kota Yogyakarta dan menimbulkan rumah rusak, pohon tumbang, tanggul rusak, mengganggu jaringan listrik, fasilitas kesehatan, akses jalan, serta cagar budaya.

Di Bantul, angin kencang terjadi di 67 lokasi, tanah longsor 45 titik dan banjir 31 titik. Sehingga kejadian bencana alam tersebut membawa dampak bagi sekitar 4.756 warga Bantul dan menyebabkan pohon tumbang, rumah rusak, tanggul jebol, jembatan putus dan rumah tergenang.

Selain itu, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, tempat usaha, akses jalan dan jaringan listrik juga terganggu. Bahkan dilaporkan seorang warga Bantul dilaporkan meninggal dunia.

Di Kulonprogo, angin kencang terpantau di 20 titik, tanah longsor 27 titik dan banjir terjadi di 6 titik.

Akibatnya, terjadi pohon tumbang, rumah rusak, tanggul rusak, dan mengganggu jaringan listrik, tempat ibadah, akses jalan, fasilitas kesehatan, tempat usaha, serta fasilitas pendidikan.

Kejadian itu berdampak bagi lebih kurang 58 warga Kulonprogo dan menimbulkan tiga korban luka-luka.

Sementara di Gunungkidul, angin kencang terjadi di 9 titik, tanah longsor di 9 lokasi dan banjir 44 titik.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) DIY mencatat adanya pohon tumbang, rumah dan bangunan kandang rusak, serta mengganggu akses jalan, jaringan listrik, fasilitas pendidikan, kantor pemerintah, tempat usaha dan tempat wisata.

Di Daerah lainnya, hampir seluruh wilayah Pacitan Jawa Timur terkena banjir. Kejadian tersebut tersebut terjadi karena intensitas hujan yang tingg isejak Senin (27/11/2017) hingga hari ini, Selasa (28/11/2017), akibatnya, dilaporkan 11 orang dinyatakan tewas.

Dikutip dari Surya, banjir terjadi mulai dini hari pukul 02.00 WIB. "Banjir sudah mulai sejak tadi malam, sekitar pukul 02.00 WIB di wilayah perkotaan dan Kebonagung," Sekretaris BPBD Pacitan (pengendali posko), Ratna Budiono dikutip dari Surya.

Banjir di Pacitan disebabkan tingginya debit air hujan serta juga disebabkan adanya tanggul di anak sungai yang jebol.

"Ada tanggul jebol di anak sungai kecil di Kebonagung. Tapi penyebab utamanya, debit air hujan yang lumayan tinggi lebih 100 milimeter bisa dikatakan ekstrim, dampak dari Tropical Cyclone (TC) di wilayah Jawa," katanya.

Selain banjir, juga terjadi longsor di beberapa titik. Laporan sementara, longsor terjadi di sebuah jalan di Kecamatan Arjosari, dan di Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan.

Longsor juga terjadi di pemukiman warga di wilayah Desa Karanganyar dan Desa Karangnongko di Kecamatan Kebonagung.

Banjir Pacitan ini menjadi viral di media sosial setelah sejumlah akun mengunggah foto dan video.

Hujan dan angin besar telah menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bencana di sejumlah wilayah, seperti Yogyakarta diakibatkan oleh Badai Cempaka di perairan Selatan Jawa.

“Munculnya Badai Cempaka di perairan Selatan Jawa mengakibatkan area belokan angina yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan,” jelas Kepala Operasional Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Djoko Budiyono yang dilansir detik.com, Selasa (28/11/2017).

Sepertinya Indonesia sedang dilanda bencana, untuk itu mari kita tetap waspada dan berhati-hati. Jika perlu perbanyak ibadah dan bersedekah, agar Allah swt mengangkat bencana yang menimpa tanah air. (BMI/YM/BDG)